Sumber: www.kompas.com
KOTABARU, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, akan memprioritaskan pegawai negeri sipil golongan I dan II untuk mendapatkan rumah di komplek perumahan PNS di Sebelimbingan, Kotabaru. Pemkab mengakui sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perumahan Rakyat di Jakarta tentang pembangunan perumahan bagi PNS sebanyak 6.000 unit.
"PNS golongan I dan II yang kami utamakan untuk mendapatkan rumah program dari Kementerian Perumahan Rakyat," kata Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, Kamis (24/5/2012).
Ia mengatakan, dari 6.000 unit rumah tersebut akan dibangun beberapa tipe rumah, di antaranya tipe 36, 42, dan tipe yang lebih besar. Khusus untuk rumah tipe 36 diperuntukan bagi PNS golongan I dan II. Irhami menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan tanah dan tipe tersendiri bagi PNS golongan III dan IV. Sebelum membangun perumahan, infrastruktur seperti jalan dari jalan raya Stagen menuju komplek dan sarana yang lainnya akan dibangun terlebih dulu.
"Saat ini, kami masih membangun jalan lebih dari 20 meter mulai dari Politeknik, menuju lokasi perumahan tembus Sebelimbingan, Gunung Ulin dan beberapa daerah lainnya," ujarnya.
Khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan, Irhami mengaku, tidak akan menggunakan dana APBD Kotabaru, tetapi akan berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan di Kotabaru.
"Kami mencari terobosan dalam membangun komplek tersebut, dengan tidak menggunakan dana APBD tetapi menggunakan dana pemberdayaan masyarakat (Community Development/CD) atau tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility /CSR) dari beberapa perusahaan," katanya.
Sumber :
ANT









Untuk lantai 2 merupakan area kerja. Serba mngil dan praktis. Ruang
tamu yang memiliki pintu pengaman agar saat malam bisa dikunci. Railing
tangga yang memiliki pintu lipat pengaman. Pintu geser ruang rapat agar
praktis tidak memakan ruang. 2 komputer tempat kerja yng dekat dengan
dapur dan balkon. Hingga suasana kerja nyaman.
Lalu lantai 3 yng multifungsi. Ruang di bawah atap ini bisa digunakan
untuk tidur, sholat atau bahkan ruang kerja tambahan jika diperlukan.
Panas memang. Karena di bawah atap. Untuk itu saya buat ruang jemur di
sampingnya yang berfungsi sekaligus sebagai pembuang hawa panas.
Nah, ini tampilan mukanya. Saya pilih warna hijau agar nuansa 'go
green' kental terasa. Untuk itu pula masih saya selipkan pohon kecil di
ujung gudang. Agar tetap terasa sejuk dan segar.
Ini pandangan dari sisi kanan. Terlihat disini bahwa bangunan ini
amatlah sederhana. Jadi hemat biaya. Karena ia sebenarnya atap setengah
kuda-kuda dari asbes yang murah meriah.
Gambar terakhir adalah pandangan atas. Area dak jemur ini bisa
digunakan untuk tangki air dan menjemur pakaian. Atau juga
membersihkan/mencuci baju dan sepatu-sepatu. Bisa juga digunakan untuk
sekedar relax, karena bisa dapat menikmati udara pagi yang segar.
Ikhwanufiddin rahimakumullah, demikian dulu jumpa kita. Sebentar lagi
sholat jum'at. Mari kita bergegas untuk mempersiapkan diri. Akhirul
kalam,
Sederhana bukan ? Hanya saja saya bingung, karena tampilannya di
layar maya menjadi peang. Tidak proporsional. Padahal dalam layar inbox
edit-an saya ia tampil wajar. Kamarnya tidak berbentuk terlalu
memanjang.
Atapnya juga sederhana. Karena pola setengah kuda-kuda mudah
dilaksanakan di lapangan. Juga murah biaya karena menerus dari depan
sampai ke belakang. Dengan kucuran air hujan menyatu di sisi kiri. Dan
jika ingin lebih rapi lagi bisa dipasang talang agar air lebih
terkontrol jatuhnya.
Pola warna minimalis yang segar tetap saya gunakan. Dengan lubang
hawa kamar mandi yang besar. Sekaligus menjadi daya tarik utama. Hingga
ia tampil seperti box berwarna-warni.
Di depan kamar masih cukup untuk diselipkan teras kecil. Juga motor tiap penghuni masih mampu ditampung di sela-sela koridornya.
Ini Pandangan mata kodok. Istilah orang lapangan. Karena dipandang
sambil jongkok. Saya ingin tunjukkan dari sisi bawah. Bahwa bangunan ini
tetap menarik jika tidak dilihat dari pola bird eye view.
Dan inilah tampak mukanya. Sederhana dan minimalis murni. Murah biaya
dengan dinding atas dan bawah yang hanya dikamprot. Lalu dinding cat
berbatas lis ban putih ada di bagian tengahnya.
Berikut kita bahas email dari Padang. Dari Bunda Aisha yang ingin
membuka kios atau ruko. Sungguh sebuah semangat wirausaha muslim yang
perlu kita dukung. Bahkan melalui situs ini saya menghimbau kepada
rekan-rekan Bunda Aisha untuk belanja di kios ini kelak bila sudah
selesai.
Denah saya buat dengan lega. Kasir di kanan dekat dengan motor dan
gudang. Agar mudah mengawasi keamanan. Lalu buah segar di belakang agar
dekat dengan gudang dan dapur. Hingga mobilitasnya praktis.
Demikian ulasan artikel kali ini. Semoga bermanfaat bagi netters
sekalian. Dan sekali lagi terimakasih banyak atas kepercayaannya pada
kami. Tetap setia mengunjungi klinik arsitektur dan banyak memberi
dukungan.











