THE MUHAMMAD WAY by Muhammad Zulpakar Omar
Monday, January 2, 2012
Friday, December 23, 2011
ACTION..ACTION..ACTION
Wednesday, December 7, 2011
Properti Eramuslim
With Mr Andan Nadriasta at Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur
Respon ini tentunya menjadi tantangan bagi kami berdua sebagai penjaga gawang dari kanal ini. Pembenahan internal dan inovasi content dan produk akan terus kami lakukan.
Tuesday, November 22, 2011
Kisah tukang Becak yg Puasa Senen-Kamis
Yakinlah Selalu Akan Doamu, Anak muda
Suatu hari, sebuah kisah mulia terjadi dan bermula dari suatu tempat
yang sangat sederhana, Pangkalan becak. Seorang bapak tua tengah
membersihkan keringatnya setelah seharian bekerja. Beliau adalah seorang
tua yang berusia sekitar 75 tahun dan sudah lebih dari 35 tahun mencari
nafkah dengan menarik becak. Sosoknya san gat
sederhana dan murah senyum. Dikalangan teman- temannya, si bapak tua
adalah seorang yang sangat disegani, karena kejujurannya.
ketika sore menjelang, ada seorang anak muda menaiki becaknya. Si anak
muda adalah seorang yang kaya, terpelajar dan modern. Dia berniat datang
ke kota tersebut untuk berekreasi dan melepas penatnya setelah lama
bekerja di kota. Berjam- jam mereka berkeliling kota, sampai akhirnya
adzan magrib pun berkumandang. Seketika, si bapak tua itu menghentikan
becaknya di depan sebuah masjid, dan meminta ijin untuk sholat.
Setelah beberapa lama, mereka kemudian melanjutkan kembali acara jalan-
jalan tadi. Dan, sampailah mereka pada sebuah warung kopi dipinggir
jalan.
"Nak, apa bapak boleh minta ijin sebentar untuk buka puasa?"
" Bapak puasa? " Jawab anak muda tersebut dengan sedikit terkejut.
" Iya. sebentar saja, bapak ingin beli air dulu"
" Saya ikut sekalian pak. Kita minum kopi bareng. Saya yang traktir" Kata si anak muda dengan semangat.
Mereka berduapun akhirnya melepas lelah sambil ngobrol dan bersantai di warung tersebut.
" Kenapa bapak puasa tapi masih mengayuh becak?. Apa ndak capek?" Si anak muda memulai pembicaraan.
" Bapak sudah terbiasa insyaallah. Ndak apa- apa nak" Jawab pak tua singkat.
Waktupun terus berlalu. Banyak hal mereka bicarakan bersama malam itu.
Dan melihat hari semakin malam, anak muda tersebut berniat pamit pulang.
Dia mengucapkan terimakasih seraya memberikan uang sebagai ongkos naik
becak. Tapi di luar dugaan, bapak tukang becak itu menolaknya.
" Ini kan ongkos buat bapak tadi setelah seharian mengantar saya." Kata anak muda itu kali ini dengan masih sangat heran
" Ndak nak, trimakasih" jawab bapak tua
" Maap apa masih kurang? Ok. Ini buat bapak semua" Tanyanya lagi sambil memberikan uang 2 ratus ribu.
"Maaf nak bukan begitu. Sebenarnya..."
" Kenapa pak? " Diapun buru- buru memotong perkataan itu.
" Maaf nak, bukan bapak tidak mau menerima. Tapi hari ini hari kamis
nak, bapak tidak mau menerima uang dari siapapun yang naik becak bapak. "
" Kok bisa begitu pak?" Tanya si anak muda dengan lebih penasaran. "
"Bapak inikan orang miskin dan bodoh, tapi... sebenarnya bapak ingin
naik haji. Semua orang memang mentertawakan bapak, mereka bilang bapak
suka berkhayal. Lah wong, buat makan sehari hari saja tidak cukup
apalagi naik haji. Akhirnya bapak cuma bisa minta sama Allah, karena
bapak yakin Allah satu- satunya yang tidak akan mentertawakan bapak."
"Lalu..." si anak muda tidak dapat menghentikan rasa penasarannya.
"Kalau hari senin dan kamis bapak tidak akan meminta bayaran sedikitpun
kalau ada orang yang naik becak. Bapak berniat sedekah dengan tenaga
bapak itu. Bapak berharap suatu hari Allah melihat kesungguhan usaha ini
dan akan mengabulkan doa bapak."
" Apa bapak yakin? "
" Kalau kita berharap pada makhluk, kita harus siap- siap untuk setiap
saat kecewa, tapi kalau kita berharap hanya pada Allah, Dia adalah satu-
satunya yang tidak pernah mengkhianati kita, nak. Kita harus Yakin
dengan apa yang kita doakan dan cita- citakan, Insyaallah Allah tidak
akan mengkhianati kita. "
Sejenak si anak muda tersebut
terdiam. Benar- benar kali dia kehilangan walaupun hanya satu huruf saja
untuk di ucapkan. Tak terasa, kopi yang disuguhkan dihadapannya telah
dingin. Dan dia masih belum bisa mengatakan apapun. Setelah beberapa
saat dia pamit pulang meninggalkan pasar yang ramai dengan hiruk
pikuknya.
Setelah sampai di rumah, pikirannya kemudian di
penuhi dengan seribu satu hal. Kata- kata bapak tukang becak itu begitu
lugu dan natural namun sangat dalam baginya. Entah mengapa, seketika
perasaan malu menyeruak melingkupi batinnya. Teringat padanya, bahwa dia
selama ini yang selalu dalam gelimang harta dan kekayaan, namun sangat
susah baginya untuk sekedar meluangkan waktu untuk mengingat tuhannya.
Kesadarannya tiba- tiba muncul dan berkata bahwa ternyata selama ini,
harta yang dia miliki hanyalah sekedar ujian baginya, dan sayangnya dia
tidak berhasil dalam ujian itu, karena terbukti harta telah membuatnya
jauh dari Allah sang maha Rahman.
Masih terngiang di kepalanya,
ucapan bapak tukang becak tersebut. Herannya, dia bukanlah seorang
profesor atau manusia yang mempunyai gelar terhormat, namun baru kali
inilah, seorang yang lugu, sederhana, namun sangat sholeh, telah
berhasil menyentuh hatinya.
Beberapa hari kemudian...
Si anak muda akhirnya telah kembali ke kota tersebut, dan kali ini dia
berada di tengah- tengah pangkalan becak itu. Telah bulat tekadnya untuk
menemui tukang becak tua yang dia jumpai beberapa hari lalu, untuk
membicarakan sesuatu. Setelah beberapa jam mencari dan menunggu, maka
bertemulah mereka berdua, masih di tempat warung kopi yang sama seperti
dulu.
" Apakah bapak mau menemani saya?" tanya anak muda tersebut sambil tersenyum.
" Kemana nak?"
" Saya ingin mengajak bapak berhaji tahun ini"
(NayMa/Voa-Islam.com)
Yakinlah Selalu Akan Doamu, Anak muda
Suatu hari, sebuah kisah mulia terjadi dan bermula dari suatu tempat yang sangat sederhana, Pangkalan becak. Seorang bapak tua tengah membersihkan keringatnya setelah seharian bekerja. Beliau adalah seorang tua yang berusia sekitar 75 tahun dan sudah lebih dari 35 tahun mencari nafkah dengan menarik becak. Sosoknya san gat sederhana dan murah senyum. Dikalangan teman- temannya, si bapak tua adalah seorang yang sangat disegani, karena kejujurannya.
ketika sore menjelang, ada seorang anak muda menaiki becaknya. Si anak muda adalah seorang yang kaya, terpelajar dan modern. Dia berniat datang ke kota tersebut untuk berekreasi dan melepas penatnya setelah lama bekerja di kota. Berjam- jam mereka berkeliling kota, sampai akhirnya adzan magrib pun berkumandang. Seketika, si bapak tua itu menghentikan becaknya di depan sebuah masjid, dan meminta ijin untuk sholat.
Setelah beberapa lama, mereka kemudian melanjutkan kembali acara jalan- jalan tadi. Dan, sampailah mereka pada sebuah warung kopi dipinggir jalan.
"Nak, apa bapak boleh minta ijin sebentar untuk buka puasa?"
" Bapak puasa? " Jawab anak muda tersebut dengan sedikit terkejut.
" Iya. sebentar saja, bapak ingin beli air dulu"
" Saya ikut sekalian pak. Kita minum kopi bareng. Saya yang traktir" Kata si anak muda dengan semangat.
Mereka berduapun akhirnya melepas lelah sambil ngobrol dan bersantai di warung tersebut.
" Kenapa bapak puasa tapi masih mengayuh becak?. Apa ndak capek?" Si anak muda memulai pembicaraan.
" Bapak sudah terbiasa insyaallah. Ndak apa- apa nak" Jawab pak tua singkat.
Waktupun terus berlalu. Banyak hal mereka bicarakan bersama malam itu. Dan melihat hari semakin malam, anak muda tersebut berniat pamit pulang. Dia mengucapkan terimakasih seraya memberikan uang sebagai ongkos naik becak. Tapi di luar dugaan, bapak tukang becak itu menolaknya.
" Ini kan ongkos buat bapak tadi setelah seharian mengantar saya." Kata anak muda itu kali ini dengan masih sangat heran
" Ndak nak, trimakasih" jawab bapak tua
" Maap apa masih kurang? Ok. Ini buat bapak semua" Tanyanya lagi sambil memberikan uang 2 ratus ribu.
"Maaf nak bukan begitu. Sebenarnya..."
" Kenapa pak? " Diapun buru- buru memotong perkataan itu.
" Maaf nak, bukan bapak tidak mau menerima. Tapi hari ini hari kamis nak, bapak tidak mau menerima uang dari siapapun yang naik becak bapak. "
" Kok bisa begitu pak?" Tanya si anak muda dengan lebih penasaran. "
"Bapak inikan orang miskin dan bodoh, tapi... sebenarnya bapak ingin naik haji. Semua orang memang mentertawakan bapak, mereka bilang bapak suka berkhayal. Lah wong, buat makan sehari hari saja tidak cukup apalagi naik haji. Akhirnya bapak cuma bisa minta sama Allah, karena bapak yakin Allah satu- satunya yang tidak akan mentertawakan bapak."
"Lalu..." si anak muda tidak dapat menghentikan rasa penasarannya.
"Kalau hari senin dan kamis bapak tidak akan meminta bayaran sedikitpun kalau ada orang yang naik becak. Bapak berniat sedekah dengan tenaga bapak itu. Bapak berharap suatu hari Allah melihat kesungguhan usaha ini dan akan mengabulkan doa bapak."
" Apa bapak yakin? "
" Kalau kita berharap pada makhluk, kita harus siap- siap untuk setiap saat kecewa, tapi kalau kita berharap hanya pada Allah, Dia adalah satu- satunya yang tidak pernah mengkhianati kita, nak. Kita harus Yakin dengan apa yang kita doakan dan cita- citakan, Insyaallah Allah tidak akan mengkhianati kita. "
Sejenak si anak muda tersebut terdiam. Benar- benar kali dia kehilangan walaupun hanya satu huruf saja untuk di ucapkan. Tak terasa, kopi yang disuguhkan dihadapannya telah dingin. Dan dia masih belum bisa mengatakan apapun. Setelah beberapa saat dia pamit pulang meninggalkan pasar yang ramai dengan hiruk pikuknya.
Setelah sampai di rumah, pikirannya kemudian di penuhi dengan seribu satu hal. Kata- kata bapak tukang becak itu begitu lugu dan natural namun sangat dalam baginya. Entah mengapa, seketika perasaan malu menyeruak melingkupi batinnya. Teringat padanya, bahwa dia selama ini yang selalu dalam gelimang harta dan kekayaan, namun sangat susah baginya untuk sekedar meluangkan waktu untuk mengingat tuhannya. Kesadarannya tiba- tiba muncul dan berkata bahwa ternyata selama ini, harta yang dia miliki hanyalah sekedar ujian baginya, dan sayangnya dia tidak berhasil dalam ujian itu, karena terbukti harta telah membuatnya jauh dari Allah sang maha Rahman.
Masih terngiang di kepalanya, ucapan bapak tukang becak tersebut. Herannya, dia bukanlah seorang profesor atau manusia yang mempunyai gelar terhormat, namun baru kali inilah, seorang yang lugu, sederhana, namun sangat sholeh, telah berhasil menyentuh hatinya.
Beberapa hari kemudian...
Si anak muda akhirnya telah kembali ke kota tersebut, dan kali ini dia berada di tengah- tengah pangkalan becak itu. Telah bulat tekadnya untuk menemui tukang becak tua yang dia jumpai beberapa hari lalu, untuk membicarakan sesuatu. Setelah beberapa jam mencari dan menunggu, maka bertemulah mereka berdua, masih di tempat warung kopi yang sama seperti dulu.
" Apakah bapak mau menemani saya?" tanya anak muda tersebut sambil tersenyum.
" Kemana nak?"
" Saya ingin mengajak bapak berhaji tahun ini"
(NayMa/Voa-Islam.com)
Thursday, October 27, 2011
Nur Az Town Houses Unit Terbatas
Nur AZ Town House: 2 Units READY STOCK
READY STOCK 2 UNITSCheck Our Sites
HARGA 200 juta-an
Hanya 11 Units
HUBUNGI Marketing : A Rohman 087878268582
Meidi 081384238899
Omar 08129666540
Monday, October 24, 2011
Seven Steps to Success
Seven Steps to Success
There is a powerful seven step formula that you can use to set and achieve your goals for the rest of your life. Every single successful person uses this formula or some variation of this formula to achieve vastly more than the average person. And so can you. Here it is:
Decide What You Want
Step number one, decide exactly what it is you want in each part of your life. Become a "meaningful specific" rather than a "wandering generality."Write it Down
Second, write it down, clearly and in detail. Always think on paper. A goal that is not in writing is not a goal at all. It is merely a wish and it has no energy behind it.
Set A Deadline
Third, set a deadline for your goal. A deadline acts as a "forcing system" in your subconscious mind. It motivates you to do the things necessary to make your goal come true. If it is a big enough goal, set sub-deadlines as well. Don't leave this to chance.
Make A List
Fourth, make a list of everything that you can think of that you are going to have to do to achieve your goal. When you think of new tasks and activities, write them on your list until your list is complete.
Organize Your List
Fifth, organize your list into a plan. Decide what you will have to do first and what you will have to do second. Decide what is more important and what is less important. And then write out your plan on paper, the same way you would develop a blueprint to build your dream house.
Take Action
The sixth step is for you to take action on your plan. Do something. Do anything. But get busy. Get going.
Do Something Every Day
Do something every single day that moves you in the direction of your most important goal at the moment. Develop the discipline of doing something 365 days each year that is moving you forward. You will be absolutely astonished at how much you accomplish when you utilize this formula in your life every single day.
Action Exercises
Here are two things you can do to put these ideas into action immediately.
First, decide exactly what you want, write it down with a deadline, make a plan and take action - on at least one goal - today!
Second, determine the price you will have to pay to achieve this goal and then get busy paying that price - whatever it is.
Source: Brian Tracy Newsletter
There is a powerful seven step formula that you can use to set and achieve your goals for the rest of your life. Every single successful person uses this formula or some variation of this formula to achieve vastly more than the average person. And so can you. Here it is:
Decide What You Want
Step number one, decide exactly what it is you want in each part of your life. Become a "meaningful specific" rather than a "wandering generality."Write it Down
Second, write it down, clearly and in detail. Always think on paper. A goal that is not in writing is not a goal at all. It is merely a wish and it has no energy behind it.
Set A Deadline
Third, set a deadline for your goal. A deadline acts as a "forcing system" in your subconscious mind. It motivates you to do the things necessary to make your goal come true. If it is a big enough goal, set sub-deadlines as well. Don't leave this to chance.
Make A List
Fourth, make a list of everything that you can think of that you are going to have to do to achieve your goal. When you think of new tasks and activities, write them on your list until your list is complete.
Organize Your List
Fifth, organize your list into a plan. Decide what you will have to do first and what you will have to do second. Decide what is more important and what is less important. And then write out your plan on paper, the same way you would develop a blueprint to build your dream house.
Take Action
The sixth step is for you to take action on your plan. Do something. Do anything. But get busy. Get going.
Do Something Every Day
Do something every single day that moves you in the direction of your most important goal at the moment. Develop the discipline of doing something 365 days each year that is moving you forward. You will be absolutely astonished at how much you accomplish when you utilize this formula in your life every single day.
Action Exercises
Here are two things you can do to put these ideas into action immediately.
First, decide exactly what you want, write it down with a deadline, make a plan and take action - on at least one goal - today!
Second, determine the price you will have to pay to achieve this goal and then get busy paying that price - whatever it is.
Source: Brian Tracy Newsletter
Label: business, jilbab, kerudung, moslem fashion
30 days,
Inspiration,
Motivation
| Reaksi: |
Saturday, October 8, 2011
Kantor kecil mungil
Assalaamu'alaikum wr wb
Pak Ustadz Andan yang saya hormati, semoga eramuslim bertambah jaya, istiqomah melayani informasi umat Islam,
Dan Semoga ALlah melapangkan rizki bapak di bulan syawal ini,
saya memiliki tanah di belakang rumah yang berhubungan dengan jalan kecil selebar 2 meter. lebar muka tanah adalah 8, 3 meter dan penjang ke belakang 4,3 meter
rencananya di bawah ada gudang kecil. parkir motor dan mobil. lalu ada tangga ke atas, dan lantai 2 terdiri dari balkon, dapur, wc, ruang kerja, ruang rapat dan ruang tamu
saya ingin lantai 3, tapi tidak terlalu tinggi, isinya ruang hall saja, bias untuk sholat, tidur, membaca atau apa saja, dan ada juga ruang jemur demikian pertanyaan saya, semoga bisa segera dibalas,
saya paham, bahwa jalur ini adalah layanan gratis, untuk itu saya bersabar untuk menunggu sampai di muat di eramuslim, terimakasih sekali atas perhatiannya
wassalaamu'laikum wr wb
Jarwanto
Pak Jarwanto yang saya hormati, mohon maaf pertanyaan bulan syawal baru saya up date hari ini. Karena antri pertanyaan yang masuk demikian banyak. Terimakasih atas kesbaran bapak menunggu hingga gambar ini tampil di layar kaca eramuslim. Dan terimakasih juga untuk netters eramuslim yang masih tetap setia mengunjungi kami.
Tanah kali ini sungguh sangat kecil. Apalagi jalan di depan hanya pas satu mobil. Hingga harus hati-hati membuat pola disainnya. Agar manuver kendaraan dan manusia tidak saling ganggu.
Untuk itu saya buat polanya melebar. Garasi di bawah lantai 2 hanya cukup untuk satu mobil. Itupun dengan catatan, masuknya mundur. Atau kepala mobil ada di gudang. Dengan cara seperti ini mobil akan lebih mudah masuknya.
Tangga juga masuk dari sebelah gudang. Walaupun ada motor yang bisa di selipkan di dekat tangga, orang masih bisa tetap lalu lalang. Sempit memang. tapi apa boleh buat. Karena memang terbatas.
Untuk lantai 2 merupakan area kerja. Serba mngil dan praktis. Ruang
tamu yang memiliki pintu pengaman agar saat malam bisa dikunci. Railing
tangga yang memiliki pintu lipat pengaman. Pintu geser ruang rapat agar
praktis tidak memakan ruang. 2 komputer tempat kerja yng dekat dengan
dapur dan balkon. Hingga suasana kerja nyaman.
Lalu lantai 3 yng multifungsi. Ruang di bawah atap ini bisa digunakan
untuk tidur, sholat atau bahkan ruang kerja tambahan jika diperlukan.
Panas memang. Karena di bawah atap. Untuk itu saya buat ruang jemur di
sampingnya yang berfungsi sekaligus sebagai pembuang hawa panas.
Nah, ini tampilan mukanya. Saya pilih warna hijau agar nuansa 'go
green' kental terasa. Untuk itu pula masih saya selipkan pohon kecil di
ujung gudang. Agar tetap terasa sejuk dan segar.
Ini pandangan dari sisi kanan. Terlihat disini bahwa bangunan ini
amatlah sederhana. Jadi hemat biaya. Karena ia sebenarnya atap setengah
kuda-kuda dari asbes yang murah meriah.
Gambar terakhir adalah pandangan atas. Area dak jemur ini bisa
digunakan untuk tangki air dan menjemur pakaian. Atau juga
membersihkan/mencuci baju dan sepatu-sepatu. Bisa juga digunakan untuk
sekedar relax, karena bisa dapat menikmati udara pagi yang segar.
Ikhwanufiddin rahimakumullah, demikian dulu jumpa kita. Sebentar lagi
sholat jum'at. Mari kita bergegas untuk mempersiapkan diri. Akhirul
kalam,
Wassalaamu'alaikum wrwb
Andan Nadriasta, ST - andanarsitek@yahoo.com
Pak Ustadz Andan yang saya hormati, semoga eramuslim bertambah jaya, istiqomah melayani informasi umat Islam,
Dan Semoga ALlah melapangkan rizki bapak di bulan syawal ini,
saya memiliki tanah di belakang rumah yang berhubungan dengan jalan kecil selebar 2 meter. lebar muka tanah adalah 8, 3 meter dan penjang ke belakang 4,3 meter
rencananya di bawah ada gudang kecil. parkir motor dan mobil. lalu ada tangga ke atas, dan lantai 2 terdiri dari balkon, dapur, wc, ruang kerja, ruang rapat dan ruang tamu
saya ingin lantai 3, tapi tidak terlalu tinggi, isinya ruang hall saja, bias untuk sholat, tidur, membaca atau apa saja, dan ada juga ruang jemur demikian pertanyaan saya, semoga bisa segera dibalas,
saya paham, bahwa jalur ini adalah layanan gratis, untuk itu saya bersabar untuk menunggu sampai di muat di eramuslim, terimakasih sekali atas perhatiannya
wassalaamu'laikum wr wb
Jarwanto
Jawaban
Assalaamu'alaikum wrwbPak Jarwanto yang saya hormati, mohon maaf pertanyaan bulan syawal baru saya up date hari ini. Karena antri pertanyaan yang masuk demikian banyak. Terimakasih atas kesbaran bapak menunggu hingga gambar ini tampil di layar kaca eramuslim. Dan terimakasih juga untuk netters eramuslim yang masih tetap setia mengunjungi kami.
Tanah kali ini sungguh sangat kecil. Apalagi jalan di depan hanya pas satu mobil. Hingga harus hati-hati membuat pola disainnya. Agar manuver kendaraan dan manusia tidak saling ganggu.
Untuk itu saya buat polanya melebar. Garasi di bawah lantai 2 hanya cukup untuk satu mobil. Itupun dengan catatan, masuknya mundur. Atau kepala mobil ada di gudang. Dengan cara seperti ini mobil akan lebih mudah masuknya.
Tangga juga masuk dari sebelah gudang. Walaupun ada motor yang bisa di selipkan di dekat tangga, orang masih bisa tetap lalu lalang. Sempit memang. tapi apa boleh buat. Karena memang terbatas.
Untuk lantai 2 merupakan area kerja. Serba mngil dan praktis. Ruang
tamu yang memiliki pintu pengaman agar saat malam bisa dikunci. Railing
tangga yang memiliki pintu lipat pengaman. Pintu geser ruang rapat agar
praktis tidak memakan ruang. 2 komputer tempat kerja yng dekat dengan
dapur dan balkon. Hingga suasana kerja nyaman.
Lalu lantai 3 yng multifungsi. Ruang di bawah atap ini bisa digunakan
untuk tidur, sholat atau bahkan ruang kerja tambahan jika diperlukan.
Panas memang. Karena di bawah atap. Untuk itu saya buat ruang jemur di
sampingnya yang berfungsi sekaligus sebagai pembuang hawa panas.
Nah, ini tampilan mukanya. Saya pilih warna hijau agar nuansa 'go
green' kental terasa. Untuk itu pula masih saya selipkan pohon kecil di
ujung gudang. Agar tetap terasa sejuk dan segar.
Ini pandangan dari sisi kanan. Terlihat disini bahwa bangunan ini
amatlah sederhana. Jadi hemat biaya. Karena ia sebenarnya atap setengah
kuda-kuda dari asbes yang murah meriah.
Gambar terakhir adalah pandangan atas. Area dak jemur ini bisa
digunakan untuk tangki air dan menjemur pakaian. Atau juga
membersihkan/mencuci baju dan sepatu-sepatu. Bisa juga digunakan untuk
sekedar relax, karena bisa dapat menikmati udara pagi yang segar.
Ikhwanufiddin rahimakumullah, demikian dulu jumpa kita. Sebentar lagi
sholat jum'at. Mari kita bergegas untuk mempersiapkan diri. Akhirul
kalam,Wassalaamu'alaikum wrwb
Andan Nadriasta, ST - andanarsitek@yahoo.com
Label: business, jilbab, kerudung, moslem fashion
arsitek,
Disain Rumah,
Membangun rumah islami
| Reaksi: |
Subscribe to:
Posts (Atom)

