Saturday, May 26, 2012

Sebelum Renovasi Jangan Lupakan Usia Rumah



Sumber Kompas.com
KOMPAS.com - Jika Anda hendak merenovasi rumah, sebaiknya kenali dulu usia hunian kesayangan Anda tersebut. Karena beriringan dengan waktu, umumnya kerusakan rumah pada umur 1 tahun berbeda dengan rumah yang berusia 10 tahun.
Selain mempertimbangkan usia untuk merenovasi, kualitas pengerjaan dan spesifikasi bangunan juga penting. Namun, dengan kualitas standar, pertimbangan usia rumah ini perlu Anda ketahui karena berkaitan dengan jenis kerusakan dan tindakan perbaikannya. Tentunya, hal ini akan berimbas pada jumlah anggaran akan Anda keluarkan.
Satu tahun
Apabila pengerjaannya bagus, kerusakan di rumah berumur satu tahun tidak banyak. Kerusakan lebih pada berubahnya tampilan karena paparan sinar matahari dan guyuran air hujan, sehingga cat mengelupas, kusam, atau bernoda. Tindakan renovasi yang bisa Anda lakukan adalah pengecatan ulang, terutama pada bagian fasad rumah.
Lima tahun
Memasuki umur 5 tahun, beberapa kerusakan terlihat baik di luar atau di dalam rumah. Selain pengecatan di dalam dan luar ruangan, jangan lupa untuk mengecek sambungan atap dan dinding yang berpotensi bocor.
Anda juga harus memeriksa dan mengganti genteng yang retak. Cek pula bagian plafon yang terlihat mengompol karena air hujan. Selain itu, pastikan pintu, jendela, dan lubang udara masih dalam keadaan baik.
Sepuluh tahun
Rumah yang telah berumur 10 tahun perlu renovasi lebih mendalam, apabila kondisi bangunan terlihat memburuk. Seperti hanya renovasi rumah pada saat berumur 5 tahun, kali ini ditambah pengecekan kondisi kuda-kuda rumah atau material bangunan lain yang berasal dari kayu. Cek ketahanannya dan teliti apakah terkena serangan rayap atau tidak.
Karena berusia 10 tahun, beberapa perlengkapan rumah tangga juga mulai berjalan melambat, rusak, atau uzur. Anda dapat mengganti perlengkapan ini dengan yang baru.
15 tahun ke atas
Renovasi rumah pada umur 15 tahun ke atas seperti yang dilakukan pada saat usianya 10 tahun. Selain tetap mengecek kekuatan dan kekokohan bangunan, Anda dapat mengganti tampilan rumah secara menyeluruh. Misalnya, dimulai dari fasad rumah, desain pintu dan jendela, pagar, pergola, taman atau membangun ruang-ruang baru secara vertikal atau horizontal.