|
Dapur Anda Kecil? Yuk
kita cari solusinya.
kita cari solusinya.
Memiliki dapur kecil bisa
menjadi sebuah tantangan dalam upaya kita mendesainnya. Diperlukan kreativitas
untuk bisa mengefisiensikan ruang di dapur kecil. Nah ini langkah-langkahnya:
menjadi sebuah tantangan dalam upaya kita mendesainnya. Diperlukan kreativitas
untuk bisa mengefisiensikan ruang di dapur kecil. Nah ini langkah-langkahnya:
1. Coba gunakan tapak
tangga berengsel untuk menyimpan barang-barang kecil seperti buku telepon dan
agenda.
tangga berengsel untuk menyimpan barang-barang kecil seperti buku telepon dan
agenda.
2. Untuk peralatan
seperti misalnya, kulkas pilihlah model yang berukuran kecil di luar ukuran
standard. Tidak terlalu besar tapi muat di dalamnya.
seperti misalnya, kulkas pilihlah model yang berukuran kecil di luar ukuran
standard. Tidak terlalu besar tapi muat di dalamnya.
3. Pilih juga ukuran
wastafel yang sesuai dengan kebutuhan, ukurannya pun pilih yang tidak terlalu
besar yang penting memadari untuk mencuci.
wastafel yang sesuai dengan kebutuhan, ukurannya pun pilih yang tidak terlalu
besar yang penting memadari untuk mencuci.
4. Untuk pantri, hei mari
kita naik sedikit ke atas. Dengan membuat pantry di atas akan memberikan ruang
yang maksimum.
kita naik sedikit ke atas. Dengan membuat pantry di atas akan memberikan ruang
yang maksimum.
5. Gunakan ide hemat
ruang untuk peralatan di dapur seperti: bangku yang bisa disimpan di bawah,
sebuah drop tabel, sebuah meja bundar kecil dan dua kursi terselip di sudut.
ruang untuk peralatan di dapur seperti: bangku yang bisa disimpan di bawah,
sebuah drop tabel, sebuah meja bundar kecil dan dua kursi terselip di sudut.
6. Tata lokasi
barang-barang sehingga semuanya mudah di jangkau untuk memasak.
Nah selamat berkreasibarang-barang sehingga semuanya mudah di jangkau untuk memasak.
dengan dapur kecil anda.
Wassalamu alaykum wr wb
MZ Omar, ST








Untuk lantai 2 merupakan area kerja. Serba mngil dan praktis. Ruang
tamu yang memiliki pintu pengaman agar saat malam bisa dikunci. Railing
tangga yang memiliki pintu lipat pengaman. Pintu geser ruang rapat agar
praktis tidak memakan ruang. 2 komputer tempat kerja yng dekat dengan
dapur dan balkon. Hingga suasana kerja nyaman.
Lalu lantai 3 yng multifungsi. Ruang di bawah atap ini bisa digunakan
untuk tidur, sholat atau bahkan ruang kerja tambahan jika diperlukan.
Panas memang. Karena di bawah atap. Untuk itu saya buat ruang jemur di
sampingnya yang berfungsi sekaligus sebagai pembuang hawa panas.
Nah, ini tampilan mukanya. Saya pilih warna hijau agar nuansa 'go
green' kental terasa. Untuk itu pula masih saya selipkan pohon kecil di
ujung gudang. Agar tetap terasa sejuk dan segar.
Ini pandangan dari sisi kanan. Terlihat disini bahwa bangunan ini
amatlah sederhana. Jadi hemat biaya. Karena ia sebenarnya atap setengah
kuda-kuda dari asbes yang murah meriah.
Gambar terakhir adalah pandangan atas. Area dak jemur ini bisa
digunakan untuk tangki air dan menjemur pakaian. Atau juga
membersihkan/mencuci baju dan sepatu-sepatu. Bisa juga digunakan untuk
sekedar relax, karena bisa dapat menikmati udara pagi yang segar.
Ikhwanufiddin rahimakumullah, demikian dulu jumpa kita. Sebentar lagi
sholat jum'at. Mari kita bergegas untuk mempersiapkan diri. Akhirul
kalam,
Sederhana bukan ? Hanya saja saya bingung, karena tampilannya di
layar maya menjadi peang. Tidak proporsional. Padahal dalam layar inbox
edit-an saya ia tampil wajar. Kamarnya tidak berbentuk terlalu
memanjang.
Atapnya juga sederhana. Karena pola setengah kuda-kuda mudah
dilaksanakan di lapangan. Juga murah biaya karena menerus dari depan
sampai ke belakang. Dengan kucuran air hujan menyatu di sisi kiri. Dan
jika ingin lebih rapi lagi bisa dipasang talang agar air lebih
terkontrol jatuhnya.
Pola warna minimalis yang segar tetap saya gunakan. Dengan lubang
hawa kamar mandi yang besar. Sekaligus menjadi daya tarik utama. Hingga
ia tampil seperti box berwarna-warni.
Di depan kamar masih cukup untuk diselipkan teras kecil. Juga motor tiap penghuni masih mampu ditampung di sela-sela koridornya.
Ini Pandangan mata kodok. Istilah orang lapangan. Karena dipandang
sambil jongkok. Saya ingin tunjukkan dari sisi bawah. Bahwa bangunan ini
tetap menarik jika tidak dilihat dari pola bird eye view.
Dan inilah tampak mukanya. Sederhana dan minimalis murni. Murah biaya
dengan dinding atas dan bawah yang hanya dikamprot. Lalu dinding cat
berbatas lis ban putih ada di bagian tengahnya.
Berikut kita bahas email dari Padang. Dari Bunda Aisha yang ingin
membuka kios atau ruko. Sungguh sebuah semangat wirausaha muslim yang
perlu kita dukung. Bahkan melalui situs ini saya menghimbau kepada
rekan-rekan Bunda Aisha untuk belanja di kios ini kelak bila sudah
selesai.
Denah saya buat dengan lega. Kasir di kanan dekat dengan motor dan
gudang. Agar mudah mengawasi keamanan. Lalu buah segar di belakang agar
dekat dengan gudang dan dapur. Hingga mobilitasnya praktis.
Demikian ulasan artikel kali ini. Semoga bermanfaat bagi netters
sekalian. Dan sekali lagi terimakasih banyak atas kepercayaannya pada
kami. Tetap setia mengunjungi klinik arsitektur dan banyak memberi
dukungan.













