Sumber Kompas.com
KOMPAS.com - Jika Anda hendak merenovasi rumah, sebaiknya kenali dulu usia hunian kesayangan Anda tersebut. Karena beriringan dengan waktu, umumnya kerusakan rumah pada umur 1 tahun berbeda dengan rumah yang berusia 10 tahun.
Selain mempertimbangkan usia untuk merenovasi, kualitas pengerjaan dan spesifikasi bangunan juga penting. Namun, dengan kualitas standar, pertimbangan usia rumah ini perlu Anda ketahui karena berkaitan dengan jenis kerusakan dan tindakan perbaikannya. Tentunya, hal ini akan berimbas pada jumlah anggaran akan Anda keluarkan.
Satu tahun
Apabila pengerjaannya bagus, kerusakan di rumah berumur satu tahun tidak banyak. Kerusakan lebih pada berubahnya tampilan karena paparan sinar matahari dan guyuran air hujan, sehingga cat mengelupas, kusam, atau bernoda. Tindakan renovasi yang bisa Anda lakukan adalah pengecatan ulang, terutama pada bagian fasad rumah.
Lima tahun
Memasuki umur 5 tahun, beberapa kerusakan terlihat baik di luar atau di dalam rumah. Selain pengecatan di dalam dan luar ruangan, jangan lupa untuk mengecek sambungan atap dan dinding yang berpotensi bocor.
Anda juga harus memeriksa dan mengganti genteng yang retak. Cek pula bagian plafon yang terlihat mengompol karena air hujan. Selain itu, pastikan pintu, jendela, dan lubang udara masih dalam keadaan baik.
Sepuluh tahun
Rumah yang telah berumur 10 tahun perlu renovasi lebih mendalam, apabila kondisi bangunan terlihat memburuk. Seperti hanya renovasi rumah pada saat berumur 5 tahun, kali ini ditambah pengecekan kondisi kuda-kuda rumah atau material bangunan lain yang berasal dari kayu. Cek ketahanannya dan teliti apakah terkena serangan rayap atau tidak.
Karena berusia 10 tahun, beberapa perlengkapan rumah tangga juga mulai berjalan melambat, rusak, atau uzur. Anda dapat mengganti perlengkapan ini dengan yang baru.
15 tahun ke atas
Renovasi rumah pada umur 15 tahun ke atas seperti yang dilakukan pada saat usianya 10 tahun. Selain tetap mengecek kekuatan dan kekokohan bangunan, Anda dapat mengganti tampilan rumah secara menyeluruh. Misalnya, dimulai dari fasad rumah, desain pintu dan jendela, pagar, pergola, taman atau membangun ruang-ruang baru secara vertikal atau horizontal.










Untuk lantai 2 merupakan area kerja. Serba mngil dan praktis. Ruang
tamu yang memiliki pintu pengaman agar saat malam bisa dikunci. Railing
tangga yang memiliki pintu lipat pengaman. Pintu geser ruang rapat agar
praktis tidak memakan ruang. 2 komputer tempat kerja yng dekat dengan
dapur dan balkon. Hingga suasana kerja nyaman.
Lalu lantai 3 yng multifungsi. Ruang di bawah atap ini bisa digunakan
untuk tidur, sholat atau bahkan ruang kerja tambahan jika diperlukan.
Panas memang. Karena di bawah atap. Untuk itu saya buat ruang jemur di
sampingnya yang berfungsi sekaligus sebagai pembuang hawa panas.
Nah, ini tampilan mukanya. Saya pilih warna hijau agar nuansa 'go
green' kental terasa. Untuk itu pula masih saya selipkan pohon kecil di
ujung gudang. Agar tetap terasa sejuk dan segar.
Ini pandangan dari sisi kanan. Terlihat disini bahwa bangunan ini
amatlah sederhana. Jadi hemat biaya. Karena ia sebenarnya atap setengah
kuda-kuda dari asbes yang murah meriah.
Gambar terakhir adalah pandangan atas. Area dak jemur ini bisa
digunakan untuk tangki air dan menjemur pakaian. Atau juga
membersihkan/mencuci baju dan sepatu-sepatu. Bisa juga digunakan untuk
sekedar relax, karena bisa dapat menikmati udara pagi yang segar.
Ikhwanufiddin rahimakumullah, demikian dulu jumpa kita. Sebentar lagi
sholat jum'at. Mari kita bergegas untuk mempersiapkan diri. Akhirul
kalam,
Sederhana bukan ? Hanya saja saya bingung, karena tampilannya di
layar maya menjadi peang. Tidak proporsional. Padahal dalam layar inbox
edit-an saya ia tampil wajar. Kamarnya tidak berbentuk terlalu
memanjang.
Atapnya juga sederhana. Karena pola setengah kuda-kuda mudah
dilaksanakan di lapangan. Juga murah biaya karena menerus dari depan
sampai ke belakang. Dengan kucuran air hujan menyatu di sisi kiri. Dan
jika ingin lebih rapi lagi bisa dipasang talang agar air lebih
terkontrol jatuhnya.
Pola warna minimalis yang segar tetap saya gunakan. Dengan lubang
hawa kamar mandi yang besar. Sekaligus menjadi daya tarik utama. Hingga
ia tampil seperti box berwarna-warni.
Di depan kamar masih cukup untuk diselipkan teras kecil. Juga motor tiap penghuni masih mampu ditampung di sela-sela koridornya.
Ini Pandangan mata kodok. Istilah orang lapangan. Karena dipandang
sambil jongkok. Saya ingin tunjukkan dari sisi bawah. Bahwa bangunan ini
tetap menarik jika tidak dilihat dari pola bird eye view.
Dan inilah tampak mukanya. Sederhana dan minimalis murni. Murah biaya
dengan dinding atas dan bawah yang hanya dikamprot. Lalu dinding cat
berbatas lis ban putih ada di bagian tengahnya.
Berikut kita bahas email dari Padang. Dari Bunda Aisha yang ingin
membuka kios atau ruko. Sungguh sebuah semangat wirausaha muslim yang
perlu kita dukung. Bahkan melalui situs ini saya menghimbau kepada
rekan-rekan Bunda Aisha untuk belanja di kios ini kelak bila sudah
selesai.
Denah saya buat dengan lega. Kasir di kanan dekat dengan motor dan
gudang. Agar mudah mengawasi keamanan. Lalu buah segar di belakang agar
dekat dengan gudang dan dapur. Hingga mobilitasnya praktis.
Demikian ulasan artikel kali ini. Semoga bermanfaat bagi netters
sekalian. Dan sekali lagi terimakasih banyak atas kepercayaannya pada
kami. Tetap setia mengunjungi klinik arsitektur dan banyak memberi
dukungan.




