![]() |
| retak rambut |
![]() |
| retak struktural |
Sebelum berusaha memperbaiki dinding, coba periksa dahulu jenis "luka" apa yang sedang melanda dinding rumah kita, sehingga "obat"nya pun bisa kita pilih yang manjur.
Menurut Dr. Ing. Ir. Henki W Ashadi (kepala laboratorium beton UI), retak itu ada 2 jenis yaitu retak struktural dan retak non struktural. Keduanya berbeda, penyebab berbeda dan obatnya pun berbeda...
Sekarang mari kita bedakan cirinya!
Retak Struktural
Penyebab utama retak struktural adalah pergeseran kolom dan pondasi yang meyokong dinding. Ketika pondasi atau kolom bergeser mau tidak mau akan mengakibat dinding bergerak tertarik kesana-kesini dan lama-lama akan mengakibatkan dinding robek
Pergeseran atau penurunan kolom dan pondasi bisa diakibatkan oleh dua hal: getaran dan kondisi tanah yang labil. Getaran bisa disebabkan oleh: gempa, penggalian besar2an, pekerjaan pondasi tiang pancang, atau bisa juga lokasi rumah yang berada di tepi jalan yang di lalui kendaraan berat
Nah Sekarang kita perbaiki retak strukturalnya...
Sebelum memperbaiki dinding yang retak, perbaiki dulu pondasi dan kolom dengan melakukan sistem injeksi, yaitu memberikan batu kapur, semen dan pasir di sekeliling dan bawah pondasi.
Setelah penyebab selesai diperbaiki, baru kita tangani dinding yang retak
Cara pertama. Membobok Tembok. Sebaiknya selebar apapun retak mesti ditangani dengan membobok dinding di sekitar retakan lalu memasang lagi bata dan semen. Dengan melakukan hal ini pekerjaan jauh lebih mudah dan dampaknya lebih baik dari pada menggunakan besi yang ditanam di tembok. Saran: menggunankan semen instan yang sudah menggunakan aditif karena lebih elastis.
Cara Kedua Menggunakan steples Seperti kertas robek yang di steples kita juga bisa mengaplikasikan cara ini ke dinding yang retak. Caranya:
1. Bongkar plesteran dan lubangi bata di sekitar retakan
2. Beri campuran adukan semen dan pasir pada lubang tersebut
3. Bila perlu, pasang juga besi tulangan dia 8 mm dan panjang 30 cm utk setiap 10 lapis bata. Tulangan dipasang tegak lurus terhadap garis retakan, setelah itu tutup kembali lubang dengan campuran adukan semen dan pasir.
Retak Non Struktural (Retak Rambut)
Walau tidak membahayakan, namun retak rambut cukup mengganggu penampilan rumah. Penyebabnya ada beberapa macam:
1. Perbedaan muai susut. Di dalam dinding ada beberapa material yang terkandung di dalamnya, ada batu bata/batako/bata ringan, adukan spesi, plesteran dan acian, karena masing-masing memiliki muai dan susut berbeda maka akan memicu keretakan
2. Kelembaban tidak dijaga. Sebenarnya masih berkaitan dengan perbedaan muai susut. Apabila pada saat membangun pada musim kemarau, si tukang lupa melembabkan acian-misalnya dengan menutupi dengan karung basah-keretakan dapat terjadi. Kenapa? karena dinding bagian dalam belum kering seluruhnya, sementara bagian luar sudah kering lebih dahulu karena terkena matahari. Perubahan yang cepat ini mengakibatkan keretakan
3. Komposisi bahan kurang tepat. Masing-masing bahan dinding, entah itu bata merah, batako atau bata ringan memiliki karakteristik sendiri. Karena itu bahan perekatnya harus khusus agar antara plesteran dan bata lebih nempel.
Ayo sekarang kita tambal Retak Rambutnya!
1. Campurkan air ke dalam bahan penambah retak (crack filler) sesuai dengan takaran yg ditentukan. Aduk rata
2. Retak dinding harus dikerok dulu, agar adukan dapat menutup tepat di sumber retak.
3. Oleskan adukan ini sepanjang retakan, ratakan dengan kape. Setelah itu dinding dapat di cat ulang
Nah setelah mengetahui penyebabnya jadi mudahkan? Selamat mencoba, jangan lupa untuk tetap bertanya kepada yang ahli agar hasil lebih maksimal.
Berhubung waktu shalat Jum'at sudah dekat, saya undur diri terlebih dahulu.
Wassalamu alaykum
MZ Omar, ST
http://m-zulpakaromar.blogspot.com
Menurut Dr. Ing. Ir. Henki W Ashadi (kepala laboratorium beton UI), retak itu ada 2 jenis yaitu retak struktural dan retak non struktural. Keduanya berbeda, penyebab berbeda dan obatnya pun berbeda...
Sekarang mari kita bedakan cirinya!
Retak Struktural
Penyebab utama retak struktural adalah pergeseran kolom dan pondasi yang meyokong dinding. Ketika pondasi atau kolom bergeser mau tidak mau akan mengakibat dinding bergerak tertarik kesana-kesini dan lama-lama akan mengakibatkan dinding robek
Pergeseran atau penurunan kolom dan pondasi bisa diakibatkan oleh dua hal: getaran dan kondisi tanah yang labil. Getaran bisa disebabkan oleh: gempa, penggalian besar2an, pekerjaan pondasi tiang pancang, atau bisa juga lokasi rumah yang berada di tepi jalan yang di lalui kendaraan berat
Nah Sekarang kita perbaiki retak strukturalnya...
Sebelum memperbaiki dinding yang retak, perbaiki dulu pondasi dan kolom dengan melakukan sistem injeksi, yaitu memberikan batu kapur, semen dan pasir di sekeliling dan bawah pondasi.
Setelah penyebab selesai diperbaiki, baru kita tangani dinding yang retak
Cara pertama. Membobok Tembok. Sebaiknya selebar apapun retak mesti ditangani dengan membobok dinding di sekitar retakan lalu memasang lagi bata dan semen. Dengan melakukan hal ini pekerjaan jauh lebih mudah dan dampaknya lebih baik dari pada menggunakan besi yang ditanam di tembok. Saran: menggunankan semen instan yang sudah menggunakan aditif karena lebih elastis.
Cara Kedua Menggunakan steples Seperti kertas robek yang di steples kita juga bisa mengaplikasikan cara ini ke dinding yang retak. Caranya:
1. Bongkar plesteran dan lubangi bata di sekitar retakan
2. Beri campuran adukan semen dan pasir pada lubang tersebut
3. Bila perlu, pasang juga besi tulangan dia 8 mm dan panjang 30 cm utk setiap 10 lapis bata. Tulangan dipasang tegak lurus terhadap garis retakan, setelah itu tutup kembali lubang dengan campuran adukan semen dan pasir.
Retak Non Struktural (Retak Rambut)
Walau tidak membahayakan, namun retak rambut cukup mengganggu penampilan rumah. Penyebabnya ada beberapa macam:
1. Perbedaan muai susut. Di dalam dinding ada beberapa material yang terkandung di dalamnya, ada batu bata/batako/bata ringan, adukan spesi, plesteran dan acian, karena masing-masing memiliki muai dan susut berbeda maka akan memicu keretakan
2. Kelembaban tidak dijaga. Sebenarnya masih berkaitan dengan perbedaan muai susut. Apabila pada saat membangun pada musim kemarau, si tukang lupa melembabkan acian-misalnya dengan menutupi dengan karung basah-keretakan dapat terjadi. Kenapa? karena dinding bagian dalam belum kering seluruhnya, sementara bagian luar sudah kering lebih dahulu karena terkena matahari. Perubahan yang cepat ini mengakibatkan keretakan
3. Komposisi bahan kurang tepat. Masing-masing bahan dinding, entah itu bata merah, batako atau bata ringan memiliki karakteristik sendiri. Karena itu bahan perekatnya harus khusus agar antara plesteran dan bata lebih nempel.
Ayo sekarang kita tambal Retak Rambutnya!
1. Campurkan air ke dalam bahan penambah retak (crack filler) sesuai dengan takaran yg ditentukan. Aduk rata
2. Retak dinding harus dikerok dulu, agar adukan dapat menutup tepat di sumber retak.
3. Oleskan adukan ini sepanjang retakan, ratakan dengan kape. Setelah itu dinding dapat di cat ulang
Nah setelah mengetahui penyebabnya jadi mudahkan? Selamat mencoba, jangan lupa untuk tetap bertanya kepada yang ahli agar hasil lebih maksimal.
Berhubung waktu shalat Jum'at sudah dekat, saya undur diri terlebih dahulu.
Wassalamu alaykum
MZ Omar, ST
http://m-zulpakaromar.blogspot.com






Gambar berikut di bawah ini adalah bird eye view. Dan dari gambar ini terlihat pola atap berjenjangnya. Dengan tetap mempertahankan bukaan hawa di sisi lahan yang miring, maka udara segar akan tetap mengalir masuk ke dalam rumah.
Dengan atap ini sebenarnya akan membuat pembangunan rumah secara tumbuh mudah dilakukan. Karena dapat dibagi per blok bagian atap. Hingga pemecahan ruangnya mudah. Jadi pola rumah tumbuh yang hemat dapat diterapkan.
Gambar terakhir adalah sisi belakang bangunan. Pada bagian ini saya fokus pada atap pet beton. Dengan deretan tiang batu alam penyangga atap teras, maka akan terasa sekali irama pilar alami yang kokoh.
Pet teras semakin terasa kuat ketika ada box hijau dari ruang tidur utama. Bentuknya yang kokoh menjadikan bagian atap secera keseluruhan menjadi terekspos dengan baik.
Ada yang unik disini. Ada taman di tengah. Antara ruang tamu dan ruang keluarga. Dengan akses hawa melalui cerobong ke atas. Taman ini diapit pula oleh 2 ruang tidur anak. Hingga benar-benar segar sirkulasi rumah ini. Juga hemat listrik karena kaya cahaya di siang hari.
Ini tampak mukanya. Sederhana dengan balutan konsep minmalis. Dengan atap garasi transparan dan taman yang membujur dari depan carport ke garasi membuat suasana hijau tetap terjaga. Kemudian saya selipkan tiang huruf V dan box kuning untuk membuat kesan minimalisnya lebih kental.
Sisi kanan adalah area hijau yang terbuka segar. Dari area ini pula mengalir hawa dan jatuhnya kucuran air hujan. Selain itu ia berfungsi pula sebagai area antisipatif jika terjadi musibah kebakaran. Ada celah darurat untuk menyelamatkan diri.
Bagian belakang saya ulangi lagi box kuning dan tiang huruf V yang minimalis. Hingga terjadi pengulangan disain yang menjadi 'eye catching' rumah ini. Namun kesan sederhana tetap saya jaga. Karena bentuk atapnya hanya atap pelana biasa saja. Mudah pengerjaannya dan jelas memberi kesan suasana bersahaja.
Dan yang terakhir adalah sisi atas bangunan. Saya ingin perlihatkan cor atap dak beton. Gunanya untuk tangki air di atas. Yang bersebelahan juga dengan atap transparan. Hingga satu paket area service berada di bagian belakang. Mudah untuk pengaturan sirkulasinya dan juga rumah tidak jorok karena zoning plan area kotornya jelas.






